SOSIAL
Problem
sosial, tantangan manusia sebagai makhluk sosial. Karenanya sebuah perencanaan
sebagai langkah antisipatif, penting dilakukan untuk menjawab
tantangan-tantangan ke depan. Dengan potensi masyarakat yang demikian besar, di
tengah tatanan kehidupan yang cenderung individual, maka paradigma pembangunan
sosial tentu harus diupayakan mengarah pada visi: tak berhenti berbagi manfaat
untuk negeri.
Sinergi
Pelayanan Umat - Sinergi Foundation
TENTANG
SINERGI PELAYANAN MASYARAKAT
Sinergi Pelayanan Masyarakat – Sinergi Foundation merupakan
program karitatif yang digagas untuk mengakomodir problematika sosial
keseharian masyarakat dhuafa.
Bentuk bantuan dapat berupa patisipasi dana, barang, layanan
konsultasi, advokasi dan pendampingan.
Layanan harian yang paripurna merupakan bentuk kemudahan yang
disuguhkan kepada para dhuafa untuk meringankan masalah pada saat itu.
AKTIVITAS
BANTUAN
·
Bantuan Pelayanan Rumah Sakit
·
Bantuan Pelayanan Kesehatan (untuk kondisi rawat jalan)
·
Pendampingan Pasien di Rumah Sakit (advokasi dan psikologi)
·
Bantuan Pemeriksaan Laboratorium
·
Bantuan Obat-obatan (dalam bentuk tebus resep)
·
Bantuan Operasi Celah Bibir dan Langit-langit
·
Bantuan Alat bagi Penyandang Cacat
·
Bantuan Pengobatan Thibbun Nab
·
Bantuan Transportasi (dalam bentuk pemberian tiket atau surat jalan
untuk PO Bis yang dituju)
·
Bantuan Pangan
·
Bantuan Papan (sewa tempat tinggal)
·
Bantuan Tunggakan Rumah Tangga
·
Bantuan Santunan Hidup
·
Bantuan Modal Usaha Kecil
·
Advokasi Bebas Rentenir
·
Bantuan Biaya Uang Masuk SekolahBantuan Seragam, Sepatu, dan
Perlengkapan Sekolah
·
Bantuan Tebus Ijazah
·
Bantuan Tunggakan SPP
·
Bantuan Kacamata untuk Pelajar
JUMLAH
PENERIMA MANFAAT
Pada tahun 2014 program lumbung desa sedang menggarap 10
kelompok yang terdiri dari kelompok baru dan kelompok lama yang tersebar di
beberapa titik di Jawa barat. Pada dasarnya dari sepuluh kelompok itu, 8
kelompok terfokus pada peternakan hewan domba dan sapi dengan system
pemeliharaannya pembibitan dan penggemukan. Untuk kelompok yang lainnya yaitu 2
kelompok terfokus pada pertanian padi dan cabe.
SUB PROGRAM LUMBUNG DESA
Di antara Sub Program Lumbung Desa yang tengah berjalan:
1. Pemberdayaan
petani dan peternak
2. Pengembangan
lumbung bibit
3. Penguatan
usaha komunitas untuk penanganan hasil panen dan pemasarannya
4. Tebar 100
ribu Pohon Produktif
5. Gerakan
Selamatkan Sawah Produktif
TUJUAN LUMBUNG DESA
·
Inti Lumbung Desa adalah mengembalikan desa kepada khitahnya:
Desa sebagai sumber pangan Indonesia.
Dari inti tujuan, dapat kita pilah atas tiga (3) tujuan:
·
Ke-1: Tujuang Jangka
Pendek:
o
Mengembalikan, menghidupkan, dan menggairahkan kembali
pengolahan pertanian di desa-desa.
o
Melatih warga setempat untuk jadi penggerak desa dalam
pengolahan pertanian yang baik dan benar, sekaligus pengelolaan pasca panennya.
o
Membantu fakis miskin di desa tersebut yang sejogjanya menjadi
tanggung jawab warga desa ybs.
·
Ke-2: Tujuan Jangka
Menengah:
o
Menuju Ketahanan Pangan Desa.
o
Menjamin hak kalangan fakir miskin di desa itu agar setidaknya
terpenuhi kebutuhan darurat, yakni pangan.
o
Menghidupkan jika sudah hilang, atau merawat kembali Modal
Social yang masih tersisa di masyarakat, seperti gotong royong, bagi hasil,
siskamling, system penggunaan air, tanah bengkok, tanah ulayat dll.
o
Menyadarkan pentingnya sinerjitas warga desa untuk
mempertahankan, menentukan, dan merawat masa depan yang lebih baik melalui
potensi yang ada.
o
Memantapkan profesionalitas penggerak desa, baik dalam
pengelolaan pertanian dan pasca panen, maupun dalam mengorganisir diri sebagai
salah satu organisasi desa guna kepentingan dan kemanfaatan desa.
o
Mengajak atau merangsang semangat warga, khususnya pemuda, untuk
bersama-sama membangun desa.
o
Menyelamatkan asset desa dari pemilikan yang menelantarkan tanah
hingga malah jadi tak produktif.
o
Menyelamatkan asset desa dari penguasaan yang tidak bertanggung
jawab, dengan penggunaan lahan dengan tidak memperhatikan potensi, kesesuaian
dan kearifan desa.
o
Menyelamatkan bibit/benih asli atau khas desa ybs. Artinya harus
dilakukan:
o
Pendataan, pemilahan, perawatan, pelestarian dan pengembangan
bibit di lahan yang dikhususkan untuk itu.
o
Membuat bank bibit guna penyimpanan, pelestarian, dan
kelangsungan bibit yang khas itu.
o
Menjadikan Lumbung Desa dan desa sebagai Desa Wisata. Yang
artinya:
§
Menyiapkan kesadaran warga bahwa ada nilai tambah dengan
dijadikannya desa sebagai daerah tujuan wisata.
§
Menyiapkan mental dan perilaku warga, yang dimotori penggerak
desa, agar bisa menjadi tuan rumah yang baik guna mendukung saling mengisi
dengan para pengunjung.
§
Menyiapkan sarana prasarana sebagai daerah tujuan wisata ala
desa tanpa berlebih-lebihan dalam menyiapkan fasilitas. Biarkan para turis
menikmati sajian khas desa apa adanya, yang tidak mereka temukan di tempat
asalnya.
·
Ke-3 Tujuan Jangka
Panjang:
o
Menuju Kedaulatan Pangan Desa untuk terciptanya Desa Berdaulat.
o
Menjadikan desa mandiri di atas kaki sendiri, hingga:
o
Bukan hanya mencegah pemuda untuk tak lagi berurbanisasi dimana
desa ditinggal putera-puteri terbaiknya;
o
Melainkan juga memanggil putra-putri terbaik desa untuk kembali,
atau setidaknya memberi kontribusi membangun desa.
o
Memantapkan peran desa sebagai salah satu kekuatan guna menopang
Kedaulatan Indonesia sebagai sebuah Negara.
o
Menyadarkan pada bangsa Indonesia, terutama pada pemegang kebijakan
bahwa kekuatan Indonesia sesungguhnya terletak di desa.
REALISASI PROGRAM
Ada beberapa
hal yang harus dilakukan, yang setidaknya dibedakan atas tiga (3) hal.
Masing-masing hal tersebut tidak mana yang paling utama dan harus lebih dahulu,
melainkan mana yang bisa diselesaikan sesuai sikonnya. Ke-3 hal itu adalah sbb:
1) PEMBENTUKAN
Program
Lumbung Desa dapat dilakukan dengan dua pendekatan:
·
Ke-1: Program Yang Sudah Ada
o Artinya
terdapat kegiatan yang sudah berjalan di petani.
o Kegiatan
tersebut tidak harus sama seperti Lumbung Desa.
o Tegasnya
apapun kegiatan yang dianggap bisa menopang cita-cita LD, itu bisa dijadikan
pijakan where to start. Dengan kata lain kiprah
LD bisa dimulai dari kegiatan yang sudah ada ini.
·
Ke-2: Memulai Dari Awal
o Untuk
memulainya, jika sawah, lahan yang dibutuhkan minimal 5 ha. Angka 5 ha mengacu
pada kalkulasi:
1. Hasilnya agar
bisa menutup biaya operasional, terutama untuk upah pekerja.
2. Tertutupnya
operasional dan upah pekerja, memberi keleluasaan untuk bisa komit dan
konsisten dalam jangka panjang guna merealisir cita-cita LD.
o Ditilik dari
kisaran dana, untuk sebuah LD dibutuhkan antara Rp 200 juta – Rp 500 juta.
·
Catatan:
Lumbung Desa
dalam bentuk phisik memang harus dibuat
·
Jika dalam bentuk gudang kebanyakan seperti yang dipahami
sekarang, secara psikologis ini tidak mendorong ghirah ber-LD.
·
Dalam bentuk spt Lumbung Padi tradisional, harapannya semoga ini
bisa memompa semangat menghidupkan warisan dan bahkan melengkapi dengan nilai
baru untuk kemaslahatan desa.
·
Apa yang dimaksud dengan nilai baru, lihat di bagian Peran & Manfaat LD.
2) PENGELOLA
·
Pekerja sebagai pengelola murni adalah warga setempat, terutama
para pemuda-pemudinya.
·
Diutamakan berlatar petani, aktif di kelompok tani, atau aktif
di Karang Taruna. Bahkan yang lebih utama lagi, diharap di antara pengelola itu
ada yang pernah atau tengah menjabat Ketua Kelompok Tani atau Ketua Karang
Taruna.
·
Mengapa latar ini diutamakan?
o Mereka punya
kecakapan di pertanian atau organisasi.
o Dengan masih
berada di kelompok tani dan karang taruna, itu jadi bukti komitmen mereka tetap
membangun desa.
o Dengan
jabatan ketua, itu pun bukti bahwa mereka telah diakui dan diterima sifat-sifat
kepemimpinan oleh lingkungannya.
·
Kantor atau Sekretariat Pengelola
o Bisa diawali
dengan meminjam rumah dari warga yang baik sebagai implementasi konsep gotong
royong.
o Bisa menyewa,
atau
o Kelak harus
berdiri dibangun di atas tanah pengelola.
3) PENDANAAN
Yang perlu
ditegaskan, Ketahanan Pangan apalagi menuju Kedaulatan Pangan, merupakan
aktivitas jangka panjang. Maka program LD tidak akan menggunakan dana:
·
Komersial, dan
·
Dana mengikat lainnya dengan sejumlah persyaratan
Ketika LD
sudah dianggap cakap atau mandiri, maka:
·
Pengelola leluasa melakukan kerja sama lain, tetapi dengan tetap
menjaga nilai dan cita-cita mengapa LD dibangun.
·
Dibuka kesempatan untuk investasi kepada para pihak, yang model
bagi hasilnya lihat pada bagian Peran &
Manfaat LD.
·
Dana CSR perusahaan yang tidak mengikat terutama di awal
pengelolaan LD.
·
Investasi atau CSR perusahaan, yang hasilnya bisa langsung
diserap oleh investor atau perusahaan ybs, yang bagi hasilnya disepakati
bersama. Tetapi perlu ditegaskan bahwa ini tidak membuka praktek gaya baru ijon (new paradigm of ijon).




Mantap...
BalasHapusKunjungi http://www.sinergifoundation.org/donasi/zakat-infaq-sedekah-wakaf Sekarang Bayar Zakat Jadi Mudah Dan Praktis.
Dan Sudah Pasti Sangat Amanah Dan Terpercaya...