Pengairan
Air merupakan syarat mutlak bagi
pertumbuhan tanaman padi sawah. Masalah pengairan bagi tanaman padi sawah
merupakan salah satu factor penting yang harus mendapat perhatian penuh demi
mendapat hasil panen yang akan datang.
Air
yang dipergunakan untuk pengairan padi di sawah adalah air yang berasal dari
sungai, sebab air sungai banyak mengandung lumpur dan kotoran-kotoran yang
sangat berguna untuk menambah kesuburan tanah dan tanaman. Air yang berasal
dari mata air kurang baik untuk pengairan sawah, sebab air itu jernih, tidak
mengandung lumpur dan kotoran.
Memasukan
air kedalam sawah dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
- Air yang dimasukan ke petakan-petakan sawah adalah air
yang berasal dari saluran sekunder. Air dimasukan ke petakan sawah melalui
saluran pemasukan, dengan menghentikan lebih dahulu air pada saluran
sekunder.
- Untuk menjaga agar genangan air didalam petakan sawah
itu tetap, jangan lupa dibuat pula lubang pembuangan. Lubang pemasukan dan
lubang pembuangan tidak boleh dibuat lurus.
- Hal ini dimaksudkan agar ada pengendapan lumpur dan
kotoran-kotoran yang sangat berguna bagi pertumbuhan tanaman. Apabila
lubang pemasukan dan lubang pembuangan itu dibuat lurus, maka air akan
terus mengalir tanpa adanya pengendapan.
Pada
waktu mengairi tanaman padi di
sawah, dalamnya air harus diperhatikan dan disesuaikan dengan umur tanaman tersebut. Kedalaman air hendaknya diatur dengan cara sebagai berikut :
sawah, dalamnya air harus diperhatikan dan disesuaikan dengan umur tanaman tersebut. Kedalaman air hendaknya diatur dengan cara sebagai berikut :
- Tanaman yang berumur 0-8 hari dalamnya air cukup 5 cm.
- Tanaman yang berumur 8-45 hari dalamnya air dapat
ditambah hingga 10-20 cm.
- Tanaman padi yang sudah membentuk bulir dan mulai
menguning dalamnya air dapat ditambah hingga 25 cm. setelah itu dikurangi
sedikit demi sedikit.
- Sepuluh hari sebelum panen sawah dikeringkan sama
sekali. Agar padi dapat masak bersama-sama.
Penyiangan dan Penyulaman
Setelah
penanaman, Apabila tanaman padi ada yang mati harus segera diganti (disulam).
Tanaman sulam itu dapat menyamai yang lain, apabila penggantian bibit baru
jangan sampai lewat 10 hhari sesudah tanam.
Selain
penyulaman yang perlu dilakukan adalah penyiangan agar rumput-rumput liar yang
tumbuh di sekitar tanaman padi tidak bertumbuh banyak dan mengambil zat-zat
makanan yang dibutuhkan tanaman padi. Penyiangan dilakukan dua kali yang
pertama setelah padi berumur 3 minggu dan yang kedua setelah padi berumur 6
minggu.
Pemupukan
Pemupukan
bertujuan untuk menambah zat-zat dan unsur-unsur makanan yang dibutuhkan oleh
tanaman di dalam tanah. Untuk tanaman padi, pupuk yang digunakan antara lain:
- Pupuk alam, sebagai pupuk dasar yang diberikan 7-10 hari
sebelum tanaman dapat digunakan pupuk-pupuk alam, misalnya: pupuk hijau,
pupuk kandang, dan kompos. Banyaknya kira-kira 10 ton / ha.
- Pupuk buatan diberikan sesudah tanam, misalnya: ZA/Urea,
DS/TS, dan ZK. Adapun manfaat pupuk tersebut sebagai berikut:
- ZA/Urea : menyuburkan tanah, mempercepat tumbuhnya
anakan, mempercepat tumbuhnya tanaman, dan menambah besarnya gabah.
- DS/TS : mempercepat tumbuhnya tanaman, merangsang
pembungaan dan pembentukan buah, mempercepat panen.
- ZK : memberikan ketahanan tanaman terhadap hama / penyakit,
dan mempercepat pembuatan zat pati.
Mantap...
BalasHapusKunjungi http://www.sinergifoundation.org/donasi/zakat-infaq-sedekah-wakaf Sekarang Bayar Zakat Jadi Mudah Dan Praktis.
Dan Sudah Pasti Sangat Amanah Dan Terpercaya...